Di Indonesia, terjemahan tersumpah lazim dihargai per halaman hasil jadi. Vendor internasional lebih sering memakai satuan per kata sumber. Keduanya sah, tetapi menghasilkan perilaku biaya yang berbeda — dan perbedaan itu penting saat Anda menandatangani kontrak tahunan.
Apa yang sebenarnya diukur masing-masing model
| Aspek | Per halaman hasil jadi | Per kata sumber |
|---|---|---|
| Dasar hitung | Keluaran setelah diterjemahkan | Masukan sebelum diterjemahkan |
| Kapan angka final diketahui | Setelah pekerjaan selesai, kecuali dihitung di muka | Sebelum pekerjaan dimulai |
| Risiko pemuaian teks | Ditanggung pembeli | Ditanggung penyedia |
| Cocok untuk | Dokumen resmi berformat baku | Volume besar berformat digital |
| Mudah diaudit | Ya, halaman bisa dihitung ulang | Ya, jumlah kata bisa dihitung ulang |
| Sensitif terhadap tata letak | Tinggi | Rendah |
Kapan per halaman lebih menguntungkan Anda
Model per halaman menang ketika dokumen sumbernya renggang: sertifikat, surat keterangan, formulir, dan akta dengan banyak ruang kosong. Bayangkan sertifikat yang hanya berisi 90 kata. Dengan model per kata, harganya mungkin terlihat murah, tetapi hampir semua penyedia memberlakukan biaya minimum yang membuat hasil akhirnya setara satu halaman juga.
Model per halaman juga lebih mudah dikomunikasikan ke internal. Kalimat "dua puluh halaman kali Rp180.000" langsung dipahami manajer yang tidak pernah berurusan dengan terjemahan. Kalimat "4.500 kata sumber dikali tarif per kata dengan potongan pengulangan" perlu penjelasan tersendiri.
Kapan per kata lebih menguntungkan Anda
Model per kata menang pada dokumen digital bervolume besar dengan banyak pengulangan: kumpulan kontrak berklausul serupa, dokumentasi teknis berversi, dan katalog produk. Alat bantu penerjemahan bisa mengenali segmen yang identik, dan penyedia yang serius akan memotong harga untuk bagian tersebut.
Model ini juga menghilangkan kejutan pemuaian teks. Bila dokumen Indonesia Anda diterjemahkan ke Bahasa Jerman, hasilnya bisa memuai belasan persen. Pada model per halaman, pemuaian itu menjadi tambahan halaman yang Anda bayar. Pada model per kata sumber, tidak.
Cara menyetarakan dua penawaran bersatuan berbeda
Ubah keduanya menjadi biaya per 1.000 kata sumber. Untuk penawaran per halaman: hitung jumlah kata dokumen sumber Anda, bagi 225 untuk mendapat perkiraan halaman jadi, kalikan tarif per halaman, lalu bagi jumlah kata sumber dan kalikan seribu. Sekarang kedua angka bisa disandingkan.
Jebakan yang perlu Anda tanyakan sebelum menandatangani
- Pada model per halaman: apakah halaman dihitung dari hasil jadi atau dokumen sumber, dan apakah halaman terakhir yang hanya terisi seperempat tetap ditagih penuh?
- Pada model per kata: apakah satuannya kata sumber atau kata sasaran? Kata sasaran membuat biaya akhir tidak bisa dipastikan di muka.
- Apakah angka, tabel, dan teks di dalam gambar ikut dihitung?
- Berapa biaya minimum per pesanan, dan bagaimana pemberlakuannya pada dokumen kecil?
- Apakah ada potongan untuk segmen berulang, dan bagaimana cara memverifikasinya?
Rekomendasi praktis
Untuk dokumen resmi yang memerlukan cap penerjemah tersumpah, model per halaman lebih sesuai karena keluarannya memang berformat baku dan hasil akhirnya berupa berkas cetak. Untuk dokumentasi digital bervolume besar, mintalah penawaran per kata sekaligus per halaman, lalu bandingkan setelah disetarakan.
Apa pun modelnya, syarat yang tidak bisa ditawar adalah satu: hitungan volume harus disepakati sebelum pekerjaan dimulai. Vendor yang menolak memberi hitungan di muka sedang memindahkan seluruh risiko ke Anda.